Explore Zona Dewasa

Viral Cerita Anal Sex Saat Bertemu di Jogja 3

Tradingan.comPosisi kaki Om Wi’ kini menjadi lebih bebas. Dibentangkannya lebar-lebar pahanya yang penuh bulu itu. Seolah memberiku kesempatan untuk ‘melahap’nya habis-habisan. Tangannya kemudian menekan kepalaku untuk lebih menelusup ke bawah, ke wilayah kantung pelirnya. Tapi aku agak kesulitan karena kepalaku terbentur batang kemudi. Dan Om Wi’ pun kemudian dengan sigap agak menyandarkan posisi duduknya untuk memberiku ruang, sehingga kepalaku kini lebih leluasa menjelajahi selangkangannya. Maka kujilati apa yang bisa kujilat. Kukerahkan bibir, lidah dan hidungku untuk menelusuri setiap daging dan bulu yang ada disitu. Aroma khas yang tercium membuatku makin semangat bermain-main di daerah itu.


“Hend.. Hend..,” bisik Om Wi’ agak keras memanggil-manggil namaku.
Semula aku pikir ia tengah mengekspresikan rasa ‘keenakan’, tapi ternyata ia memintaku untuk berhenti karena kami sudah sampai ke tujuan. Pelan-pelan Om Wi’ menghentikan mobilnya dan ketika kuangkat kepalaku, di depan terlihat sebuah kompleks bangunan mirip resort.
“Itu mess perusahaan,” katanya menjelaskan sambil tangannya sibuk memakai kembali celana pendek bermudanya. Celana dalamnya ia biarkan teronggok di bawah sebelum ia pungut dan diselipkan ke saku celananya.
“Kok ‘CD’-nya nggak dipakai?” kataku sambil ketawa keheranan.
“Nanti juga dicopot ‘kan?” jawabnya kalem.
Dasar! umpatku dalam hati. Tentu saja pikiranku jadi ‘kemana-mana’ mendengar kalimatnya itu.
Kami lalu turun dari mobil dan berjalan ke arah pos penjagaan. Kelihatan sekali Om Wijoyo sudah kenal dan dikenal baik oleh para penjaga mess di sini. Aku tak begitu heran, mengingat jabatan Om-ku cukup baik di perusahaan tempat ia bekerja.
“Ini kenalin, Hendro, keponakan saya dari Jakarta,” kata Om Wi’ sambil memperkenalkan aku kepada tiga orang petugas security di situ.
“Mau menginap berapa malam Pak?” tanya salah seorang kepada Om Wi’.
“Terserah dia, mau berapa malam,” sahut Om Wi’ sambil menunjuk ke arahku yang kebingungan.
“Cuma semalam saja kok Pak,” cepat-cepat Om Wi’ melanjutkan seolah meralat guyonannya.
“Monggo, silakan,” kata salah seorang petugas mess sesaat kemudian setelah mengambil kunci dan mengantar kami ke salah satu guest house yang terbaik yang ada di situ.
“Om, emang kita mau nginap? Kan kita nggak bawa pakaian,” kataku begitu sampai di ruang tengah guest house dan petugas yang mengantar kami sudah berlalu.
“Kamu serius amat sih?” balasnya sambil mendekatiku.”Lagian kita memang tidak perlu pakai pakaian..”
Belum sempat aku menanggapi kalimatnya, tiba-tiba ia sudah menarik tubuhku dalam pelukannya dan menciumku dengan gemas. Gerayangan tangannya langsung kemana-mana. Dan sebelum akhirnya kami berdua tergeletak di lantai ruang tengah, ia telah melolosi seluruh pakaianku dan pakaiannya sendiri.
Tubuh gempalnya langsung menindih. Dan kami pun segera bergelut dengan penuh gairah di lantai guest house yang cukup dingin itu. Beberapa kali kami sempat bergantian posisi, saling tekan dan beradu ‘pedang’ disertai dengusan nafas yang makin lama rasanya makin sesak karena desakan birahi.




Beberapa kali kurasakan ketika aku berada di bawah dan mengepit pinggangnya, Om Wi’ berusaha mengarahkan ‘moncong rudal’nya ke celah pantatku diiringi dengan sodokan-sodokan ringan. Tampaknya ia ingin mengingatkanku bahwa ada satu ‘pelajaran’ lagi yang aku belum lulus menjalaninya (baca “Tamu dari Yogya”).
“Jadi Hend..?” tanyanya sambil menatapku tajam ketika ia mulai melakukan gerakan-gerakan itu lagi.
Aku diam tak menjawab. Aku bukannya ragu, karena pengalaman pertamaku dengannya dulu sempat menimbulkan rasa nyeri. Tapi aku diam karena sedang mencoba menikmati sodokannya yang nakal di bawah sana. Rasanya geli, serasa dibelai-belai.
“Hend..,” kembali suaranya terdengar, setengah berbisik. Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Viral Cerita Anal Sex Saat Bertemu di Jogja 3"

Posting Komentar